Bisa dikatakan semua produk tas Eiger dibuat dengan melihat berorientasi pada kebutuhan konsumen. Salah satunya - yang menurut saya adalah satu dari sekian produk tas terbaik Eiger di tahun ini - adalah tas berartikel # 2885 yang disebut dengan nama Cybernetica 1.0.
Tas yang menggunakan kombinasi bahan PVC dan poly ini adalah bagpack yang dispesilisasikan untuk para Eigerian - atau user lain - yang senang beraktivitas di outdoor namun tidak meninggalkan aktivitas pekerjaannya dan selalu "stay tune" kapan pun dan di mana pun. Tas ini memiliki 3 ruang terpisah yang dapat difungsikan untuk menyimpan file dan barang-barang keperluan pendukung aktivitas outdoor-nya (pakaian, handuk, perlengkapan mandi, botol minum, kompas, ponsel, dompet, dan lain-lain).
Yang paling unik dari tas Cybernetica 1.0 adalah adanya laptop cover 14", tempat kabel labtop, serta cover-rain bag di dalam tas tersebut. Wow....!!! Ini benar-benar luar biasa. Baru kali ini saya menemukan ada tas yang dibuat dan benar-benar didedikasikan untuk user yang berjiwa adventure sekaligus cyber-mania. Padahal tas tersebut sudah ada tempat untuk menyimpan laptop, namun diberi tambahan cover lagi. Perlindungan ganda ini memastikan laptop User terlindung dari hantaman, benturan, dan jatuh. Selain itu, untuk melindungi laptop dari terpaan hujan - apalagi hujan deras - Eiger melengkapi tas tersebut dengan cover-rain bag. Dengan proteksi yang sedemikian kuat, sudah dapat dipastikan bahwa laptop User akan aman jika disimpan dalam tas Cybernetica.
Melihat fungsinya yang sedemikian maksimal, saya melihat tas ini sangat efektif dan bermanfaat sekali jika digunakan oleh Eigerian yang bekerja di lokasi ekstrim, seperti di dalam hutan hujan tropis atau pertambangan, atau juga para Eigerian yang menjalankan aktivitas di lokasi-lokasi ekstrim. Kita tidak perlu lagi dipusingkan dengan kekuatiran terhadap gadget yang kita bawa untuk mendukung pekerjaan saat berada di lokasi tersebut, karena tas Cybernetica sudah memberikan perlindungan optimal.
Good bag... I like it.... ^_^....
Showing posts with label bag. Show all posts
Showing posts with label bag. Show all posts
Wednesday, October 10, 2012
Tuesday, October 9, 2012
Art # 2165 - For Adventurous Ladies
Aktivitas petualang dan kegiatan outdoor sudah sangat identik dengan kegiatan para laki-laki. Padahal, tidak sedikit wanita yang juga menggemari aktivitas tersebut. Eiger menyadari hal itu dan menghadirkan seri tas yang dikhususkan untuk kaum hawa.
Salah satu tas yang cukup "garang" tanpa menghilangkan pesona "beauty"-nya adalah tas Kuruvinda artikel # 2165. Tas dengan kombinasi warna Orange dan Abu-abu ini dibuat dengan model dan corak layaknya bebatuan pegunungan cadas. Bahan yang digunakan adalah kombinasi bahan poly dan nylon yang tipis namun kuat. Ukurannya pun dibuat tidak terlalu besar seperti tas adventure pria yang biasa dibuat Eiger, namun lebih ramping dan "slim" mengikuti bentuk dan ukuran tubuh wanita yang juga "slim" dan mungil.
Saat mengenakan tas tersebut, saya merasakan straping shoulder-nya jauh lebih sempit dan cekung. Sedangkan front strap lebih lebar. Tampaknya model ini dibentuk demikian, mengikuti lekuk pundak wanita yang rata-rata juga lebih kecil dibanding pria, dan bentuk tubuh wanita. Dengan bentuk yang demikian, mungkin jika para pria - apalagi bertubuh besar - menggunakan tas ini akan terasa sangat mengganggu (bagian pundak terasa lebih kecil, sedangkan bagian dada terlalu longgar). Namun hal ini akan jelas berbeda jika dikenakan oleh wanita karena akan terasa lebih nyaman, serta ringan.
Dengan mengusung isu "Light & Slim", serta penggunaan kombinasi warna yang cerah, bagi saya tas ini adalah tas yang keren banget buat para wanita yang berjiwa petualang. So, Ladies.... what do you think? ^_^
Salah satu tas yang cukup "garang" tanpa menghilangkan pesona "beauty"-nya adalah tas Kuruvinda artikel # 2165. Tas dengan kombinasi warna Orange dan Abu-abu ini dibuat dengan model dan corak layaknya bebatuan pegunungan cadas. Bahan yang digunakan adalah kombinasi bahan poly dan nylon yang tipis namun kuat. Ukurannya pun dibuat tidak terlalu besar seperti tas adventure pria yang biasa dibuat Eiger, namun lebih ramping dan "slim" mengikuti bentuk dan ukuran tubuh wanita yang juga "slim" dan mungil.
Saat mengenakan tas tersebut, saya merasakan straping shoulder-nya jauh lebih sempit dan cekung. Sedangkan front strap lebih lebar. Tampaknya model ini dibentuk demikian, mengikuti lekuk pundak wanita yang rata-rata juga lebih kecil dibanding pria, dan bentuk tubuh wanita. Dengan bentuk yang demikian, mungkin jika para pria - apalagi bertubuh besar - menggunakan tas ini akan terasa sangat mengganggu (bagian pundak terasa lebih kecil, sedangkan bagian dada terlalu longgar). Namun hal ini akan jelas berbeda jika dikenakan oleh wanita karena akan terasa lebih nyaman, serta ringan.
Dengan mengusung isu "Light & Slim", serta penggunaan kombinasi warna yang cerah, bagi saya tas ini adalah tas yang keren banget buat para wanita yang berjiwa petualang. So, Ladies.... what do you think? ^_^
Monday, October 8, 2012
Art # 2178 - Fun Cycling with Fun Bag
Bersepeda adalah kegiatan yang menyenangkan dan menyehatkan. Saat bersepeda, kita tentu membutuhkan botol minum dan beberapa alat keperluan kita (HP, dompet, kunci, dan GPS atau kompas) yang perlu dibawa saat bersepeda. Kebayang kan kalo semua barang itu harus disimpan di kantong celana. Ga asik banget kalo bersepeda jika dibebani dengan barang-barang tersebut.Sebagian besar pesepeda memilih meninggalkan semua barangnya di rumah atau di kendaraannya. Namun tidak sedikit pesepeda yang memilih tetap membawa barang-barangnya itu. Biasanya semua barang itu dimasukkan ke dalam tas. Namun tidak semua tas bisa nyaman dibawa saat bersepeda. Tas yang besar dan berat akan sangat mengganggu dan tidak nyaman. Karena itu, perlu ada tas khusus bersepeda yang dapat mengakomodir keperluan para pesepeda itu.
Eiger pun ternyata juga memproduksi tas yang dikhususkan untuk pesepeda. Salah satu desainnya adalah tas ber-artikel # 2178. Tas ini menggunakan bahan polyester yang ringan, sehingga sangat nyaman untuk dijinjing. Terdapat 2 ruang kompartemen dalam tas tersebut. Tidak terlalu besar, namun cukup untuk menyimpan botol minuman, kunci, ponsel, dan dompet pengguna. Desainnya cukup mewah dengan permainan kombinasi warna biru dan abu-abu yang pas sekali, sehingga tas terlihat sangat cerah tanpa menyolok mata.
Untuk menambah kenyamanan, bagian belakang tas menggunakan back system "heat reduce curve" yang merupakan back system yang terbuat dari kombinasi busa tebal dan bahan mesh, yang memungkinkan udara mengalir dengan lancar di punggung, sehingga pengguna tidak kepanasan atau gerah karena keringat menempel di tas, namun tetap sejuk karena ada udara yang mengalir bebas di punggung.
Untuk kegiatan bersepeda dalam waktu tempuh yang lama, tas ini cukup pas untuk digunakan. Selain nyaman, ringan, serta simpel, artikel # 2178 juga menonjolkan sisi "wah" yang menarik tanpa terkesan norak. Kebetulan saya suka tas dengan kombinasi ini (Biru - Abu). Rasanya tadi di toko EAS saya melihat tas ini dijual dalam beberapa kombinasi warna lain yang mungkin sesuai dengan para Eigerian.
Sunday, September 30, 2012
Art # 116 Velocity - Adventurous Sandals from Eiger
Eiger sudah terlalu kadung dikenal sebagai merek tas adventure. Padahal selain tas, Eiger pun punya produk lain yang berhubungan dengan dunia outdoor, adventure, dan life-style, mulai dari topi, kupluk, bandana, kemeja, rompi, celana, sarung tangan, jam tangan, jas hujan, alat-alat pendakian (carabiner, sling, rope, torch, dll), sepatu, dan sandal. Kali ini saya akan mengupas Art # 116 Velocity yang merupakan salah satu produk sandal Eiger yang sangat digemari oleh masyarakat Indonesia.
Art #116 Velocity adalah sandal jepit dengan model yang sederhana namun bermakna. Upper sol (Sol bagian atasnya) menggunakan bahan karet tebal dengan model guratan seperti serat pohon, menimbulkan citra keras dan tegas seperti layaknya dunia adventure outdoor. Sedangkan bagian bawahnya menggunakan phylon yang juga kuat namun tidak kaku dan keras, serta tidak licin.
Berbeda dengan sandal umum yang datar, Velocity memiliki bentuk yang melengkung di tengah. Bentuk ini disengaja karena mengikuti bentuk kaki manusia yang cenderung melengkung di tengah. Selain itu, lengkungan dibuat dengan bentuk khusus yang telah dipatenkan oleh Eiger. Bentuk tersebut dibuat dengan tujuan untuk memberikan efek aerodinamis sehingga terasa lebih ringan saat berjalan di tanah keras maupun tanjakan.
Hal lain yang membuat sandal ini sangat diminati para Eigerian adalah busa yang digunakan untuk sandal ini cukup padat dan kuat, sehingga tahan lama dan awet, walau digunakan untuk kegiatan outdoor yang ekstrim sekalipun. Tali jepitnya pun juga kuat, sehingga tidak mudah sobek.Sandal Velocity yang saya kenakan sudah mengikuti saya melakukan perjalanan ke mana saja, Mulai dari mal berlantai ubin yang licin, tanah berlumpur di Lembang, hingga nyemplung di Danau Situ Patenggang dan Pantai Marina. Usianya pun sudah lebih dari 1 tahun, namun masih tetap kuat dan mantap untuk dipakai hingga hari ini.
Overall, sandal Velocity adalah sandal klasik legendaris yang sudah menjadi sandal paten Eiger yang terkenal kuat dan awet. Puas banget deh pake sandal Eiger....
Sunday, September 23, 2012
NORDWAND - The Greatest Adventure Movie for All Adventurers
Beberapa waktu lalu (tepatnya tanggal 20 September 2012), saya mendapatkan kesempatan untuk menonton film produksi Jerman berjudul Nordwand. Dari judulnya, Anda mungkin sudah bisa menebak kalau film ini berhubungan dengan petualangan.Ya, benar. Nordwand sendiri dalam bahasa Inggris adalah "North Face" (Wajah Utara), sebutan untuk bagian utara Gunung Eiger yang terletak di Jungfrau, Swiss. Dan seperti para Eigerian ketahui, Gunung Eiger adalah gunung yang menjadi simbol dan inspirasi nama produk tas Eiger.
Dalam sejarah, North Face adalah bagian paling berbahaya dari Gunung Eiger yang hingga hari ini masih sulit sekali untuk ditaklukkan. Sejak tahun 1935 - ketika North Face pertama kali didaki oleh pendaki muda berdarah Jerman asal Bavaria Karl mehringer dan Max Sedlmeyer - hingga hari ini setidaknya sudah ada 64 pendaki yang tewas, sehingga tidak jarang sisi utara Gunung Eiger tersebut disebut juga dengan "The Murderous Wall" (Mordwand).
Film yang saya tonton tersebut merupakan film yang diangkat dari kisah nyata salah satu usaha pendakian Nordwand yang paling fenomenal dan dikenang sepanjang masa yang dilakukan oleh 2 orang Jerman - Andreas Hinterstoisser dan Toni Kurz - pada tahun 1936.
Dalam film berdurasi 127 menit tersebut, diceritakan tentang dua orang sahabat yang juga prajurit Jerman yang menyukai kegiatan climbing, Mereka adalah Toni Kurz (diperani Bennoi Furmann) dan Andreas Hinterstoisser (Florian Lukas). Keduanya terobsesi untuk menaiki bagian Utara Gunung Eiger yang mereka kenal dengan sebutan Nordwand karena saat itu belum banyak pendaki yang berhasil menaklukkan bagian tersebut. Selain hobi, mereka memiliki obsesi untuk bisa dikenal sebagai pahlawan karena - jika berhasil mendaki Nordwand - mereka akan menjadi orang Jerman pertama yang berhasil menaklukkan Nordwand.
Dengan berbekal foto dan pengalaman mendaki, mereka berdua pun memulai pendakian. Saat pendakian, mereka "dibuntuti" oleh dua orang pendaki asal Austria - Willy Angerer (diperani Simon Schwarz) dan Edi Reiner (Geor Friedrich) - yang juga memiliki obsesi yang sama dan terus mengikuti rute yang diambil Toni dan Andreas.
Ketegangan mulai terjadi mana kala keempat orang tersebut sudah tiba di tengah-tengah gunung. Udara yang tidak bersahabat, Edi yang kakinya terluka setelah terjepit bebatuan gunung, serta peralatan yang sangat minim, menyebabkan satu persatu dari mereka tewas. Hingga akhirnya Toni menjadi satu-satunya pendaki yang tersisa, setelah tergantung selama 24 jam serta dihempas badai salju yang luar biasa dasyat. Ketika akan ditolong, tim penolong tidak membawa tali yang cukup panjang. Akibatnya Toni tidak bisa diselamatkan dan dia hanya bisa tergantung beberapa meter saja di atas para penolongnya. Tidak ada orang yang bisa melakukan apapun selain melihat Toni yang sekarat mati perlahan-lahan.Film yang disutradarai Phillip Stolzl ini tidak saja indah dan menakjudkan dari segi sinematografi, namun juga kuat dalam cerita (walau ending-nya tidak "happy end", seperti kejadian sebenarnya). Tidak heran film ini meraih banyak penghargaan dalam gelaran German Film Award 2009, yaitu untuk kategori Best Cinematography, Best Sound, Best Production Design, Best Screenplay, dan Best Sound Editing.
Film yang didistribusikan di negara lain dengan judul North Face ini merepresentasikan semangat juang yang pantang menyerah serta semangat pendaki sejati. Keras. Penuh tantangan. Dan tak kenal lelah. Itulah semangat Eiger. Saya merasakan semangat yang mendalam itu selama menonton film ini. Semoga Anda pun merasakan hal yang sama seperti saya.
Saturday, September 22, 2012
Art # 1170 - Wonderlust 75L
Melakukan perjalanan jauh menembus hutan belantara tentunya butuh kesiapan mental dan fisik yang baik, serta perlengkapan yang lengkap. Untuk dapat menampung perlengkapan tersebut, dibutuhkan tas yang cukup besar, kuat,dan enak untuk dibawa selama perjalanan jauh tersebut. Baru-baru ini, saya "jatuh hati" dengan tas ransel (racksack) Eiger berartikel #1170 - Wonderlust. Tas yang dibuat dengan kombinasi warna Merah, Abu, dan Hitam ini terbilang cukup gagah. Seperti ransel pada umumnya, tas ini tidak memiliki banyak kompartemen karena memang diperuntukkan untuk perjalanan outdoor jarak jauh. Paling kompartemen yang dimiliki adalah untuk menyimpan cover bag (penutup tas) di bagian atas ransel.
Bagian dalam tas ini menggunakan bahan Oxford anti air yang cukup baik. Tidak tebal dan kaku, sehingga terlihat sangat fleksibel. Isinya cukup besar (75 Liter) sehingga dapat mengisi pakaian dan perlengkapan travelling hingga 5-7 hari. Ada tempat untuk menyimpan botol minum yang tersembunyi di bagian belakang tas.
Dan sekali lagi, saya terkesan dengan back system Eiger yang sangat inovatif : menggunakan bahan poly foam warna kuning yang membentuk tonjolan-tonjolan yang berfungsi untuk mengalirkan udara ke bagian punggung saat pengguna menggendong tas, sehingga terasa nyaman untuk digunakan. Teknologi ini disebut dengan Aeronobus Back System. Saya merasakan kenyaman yang lumayan baik saat mencoba menggendong tas ini dan melakukan "perjalanan kecil" menaiki serta menuruni bukit-bukit kecil di sebuah kawasan wisata di daerah Lembang, Bandung. Sayangnya, mungkin karena busa yang digunakan terlalu tebal, saya merasa ada ganjalan yang sedikit "mengganggu" punggung saat meloncat melewati kali-kali kecil.
Tas ini dilengkapi peluit yang dipasangkan di buckle depan (di dada) yang dapat berfungsi sebagai panduan manakala kita tersesat di tengah hutan. Secara umum, ransel ini cukup mampu menjawab kebutuhan para traveller yang punya hobi berjalan menembus hutan atau melakukan kegiatan outdoor. Hanya saja kekurangan dari ransel ini adalah dari segi penampilannya yang tampak rumit. Pita webbing yang terjuntai-juntai mungkin sedikit mengganggu bagi orang-orang yang menyukai kerapian dan penampilan yang simpel. Busa pada back-system dan sayap tas (wing bag) yang tebal pun terasa cukup merepotkan jika tas ini dikenakan oleh orang-orang bertubuh tambun (seperti saya....^_^....).
Tuesday, September 11, 2012
Eiger Go Green .... In Real Action ....
Ketika perusahaan-perusahaan lain baru sebatas mencanangkan program "Go Green", ternyata - tanpa banyak basa-basi - Eiger sudah melakukan program "Go Green" sejak 3 tahun lalu. Hal ini baru saya ketahui kemarin (11 September 2012) saat mendapatkan kesempatan berkunjung ke salah satu lahan penyemaian tanaman milik Eiger di Lembang.
Di lahan seluas setengah lapangan sepak bola tersebut, terdapat ratusan ribu bibit tanaman - beberapa di antaranya adalah tanaman langka - yang sedang dibudidayakan. Usia tanaman yang ada di sana cukup beragam, mulai dari seminggu hingga tiga bulan. Beberapa tanaman langka yang dibudidayakan di sana adalah Pancasila (Tabebuia rosea), Mahoni Uganda (Khaya antotheca), Dadap Blendung (Erytrina sp), Lame (Alstonia scolaris), Sapu Tangan (Maniltoa gemifara), Pucuk Merah (Syzigtum oleina), dan lain-lain.
Selama tiga tahun terakhir ini, Eiger telah mengirimkan jutaan tanaman dan pohon ke seluruh Indonesia guna pelaksanaan program penghijauan Indonesia. Salah satu prestasi Eiger yang - menurut saya - cukup luar biasa adalah pengiriman tiga juta pohon untuk penghijauan Pulau Samosir yang dilakukan Eiger di tahun 2012 ini. Selain Pulau Samosir, beberapa pulau lain di Indonesia yang sedang mengalami krisis pohon akibat penebangan liar pun sedang menjadi perhatian Eiger. Diharapkan dalam waktu dekat, dengan bekerja sama bersama aparat pemerintah setempat, Eiger dapat melakukan penghijauan kembali daerah tersebut.
Kita pun - para Eigerian - dapat turut serta dalam kegiatan penghijauan Indonesia dengan menanami halaman dan lingkungan sekitar menggunakan berbagai tanaman dan pepohonan. Jika kita tidak tahu dan bingung mencari bibit pohon atau pun tanaman untuk menanam di lingkungan, jangan kuatir. Karena sejak Agustus lalu, Eiger telah menggelar program "Tree Adoption" di mana untuk setiap pembelian tas atau pun semua produk Eiger senilai Rp 100.000, para konsumen Eiger mendapatkan bibit pohon yang dapat digunakan untuk ditanam di halaman dan lingkungan sekitar.

Dengan diselenggarakannya program ini, Eiger berharap kita bersama-sama dapat tetap menghijaukan lingkungan kita. Sehingga program "Go Green" tidak hanya sekedar wacana atau "lip-service" namun juga benar-benar ada gebrakan nyatanya.
Program ini akan terus berjalan dan diharapkan Indonesia dapat tetap menjadi "Paru-paru Dunia" agar hidup kita menjadi lebih baik.
Sukses untuk program "Go Green"-nya ya, Eiger.....
Di lahan seluas setengah lapangan sepak bola tersebut, terdapat ratusan ribu bibit tanaman - beberapa di antaranya adalah tanaman langka - yang sedang dibudidayakan. Usia tanaman yang ada di sana cukup beragam, mulai dari seminggu hingga tiga bulan. Beberapa tanaman langka yang dibudidayakan di sana adalah Pancasila (Tabebuia rosea), Mahoni Uganda (Khaya antotheca), Dadap Blendung (Erytrina sp), Lame (Alstonia scolaris), Sapu Tangan (Maniltoa gemifara), Pucuk Merah (Syzigtum oleina), dan lain-lain.
Selama tiga tahun terakhir ini, Eiger telah mengirimkan jutaan tanaman dan pohon ke seluruh Indonesia guna pelaksanaan program penghijauan Indonesia. Salah satu prestasi Eiger yang - menurut saya - cukup luar biasa adalah pengiriman tiga juta pohon untuk penghijauan Pulau Samosir yang dilakukan Eiger di tahun 2012 ini. Selain Pulau Samosir, beberapa pulau lain di Indonesia yang sedang mengalami krisis pohon akibat penebangan liar pun sedang menjadi perhatian Eiger. Diharapkan dalam waktu dekat, dengan bekerja sama bersama aparat pemerintah setempat, Eiger dapat melakukan penghijauan kembali daerah tersebut.Kita pun - para Eigerian - dapat turut serta dalam kegiatan penghijauan Indonesia dengan menanami halaman dan lingkungan sekitar menggunakan berbagai tanaman dan pepohonan. Jika kita tidak tahu dan bingung mencari bibit pohon atau pun tanaman untuk menanam di lingkungan, jangan kuatir. Karena sejak Agustus lalu, Eiger telah menggelar program "Tree Adoption" di mana untuk setiap pembelian tas atau pun semua produk Eiger senilai Rp 100.000, para konsumen Eiger mendapatkan bibit pohon yang dapat digunakan untuk ditanam di halaman dan lingkungan sekitar.

Dengan diselenggarakannya program ini, Eiger berharap kita bersama-sama dapat tetap menghijaukan lingkungan kita. Sehingga program "Go Green" tidak hanya sekedar wacana atau "lip-service" namun juga benar-benar ada gebrakan nyatanya.
Program ini akan terus berjalan dan diharapkan Indonesia dapat tetap menjadi "Paru-paru Dunia" agar hidup kita menjadi lebih baik.
Sukses untuk program "Go Green"-nya ya, Eiger.....
Sunday, September 9, 2012
Art # 2079 - The Fabulous Flaming Red
Saat masuk ke Eiger Adventure Store (EAS) yang berlokasi di Jalan Cihampelas No. 22 beberapa waktu lalu, mata saya langsung tertuju pada tas "back-pack" yang tergantung di dinding etalase sebelah kanan. Di antara semua tas yang didominasi warna hitam, tas Artikel # 2079 yang didominasi warna merah dengan kombinasi webbing, puller, dan buckle warna abu-abu ini terlihat cukup elegan dan "wah".
Tas yang didesain untuk kegiatan outdoor seperti hiking ini cukup pas dan nyaman digunakan. Bagian pundaknya cukup pas dan seimbang. Yang paling menarik adalah "back-system" tas ini menggunakan EBS (Eiger Breathable System), yang dirancang unik. Bentuk back-system yang menyerupai kontur punggung orang ini tidak membuat punggung pengguna ketarik ataupun terganggu (karena berkeringat) saat dipakai lama, namun justru meringankan pengguna terutama setelah dipakai dalam waktu yang cukup lama. Hal ini tampaknya disebabkan oleh mudahnya udara mengalir (karena banyak rongga di "back-system") sehingga kulit masih bisa "bernafas" dan tidak membuat punggung cepat panas.
Selain itu, tas ini memiliki Hydroflask Compartment yang didesain khusus untuk menyimpan botol minuman. Kompartemen minuman ini cukup pas untuk menyimpan botol minuman ukuran standar (1 - 1.5 liter).
Karena didesain untuk kegiatan outdoor, maka tas ini tidak memiliki banyak kompartemen asesoris serta kompartemen laptop di dalamnya. Keliatanny hal ini disengaja agar tas lebih ringan dan fungsinya sebagai tas outdoor lebih optimal.
Tas "merah menyala" ini adalah tas yang "gue banget" untuk kegiatan outdoor. Sangat membantu sekali untuk kegiatan outdoor yang tidak membutuhkan banyak kompartmen penyimpanan barang. Bobotnya pun tidak terlalu berat (sekitar 1.2 kg kondisi kosong) sehingga pengguna pun tidak merasa "berat" saat membawa tas yang mendukung kegiatan adventure mereka.
Tas yang didesain untuk kegiatan outdoor seperti hiking ini cukup pas dan nyaman digunakan. Bagian pundaknya cukup pas dan seimbang. Yang paling menarik adalah "back-system" tas ini menggunakan EBS (Eiger Breathable System), yang dirancang unik. Bentuk back-system yang menyerupai kontur punggung orang ini tidak membuat punggung pengguna ketarik ataupun terganggu (karena berkeringat) saat dipakai lama, namun justru meringankan pengguna terutama setelah dipakai dalam waktu yang cukup lama. Hal ini tampaknya disebabkan oleh mudahnya udara mengalir (karena banyak rongga di "back-system") sehingga kulit masih bisa "bernafas" dan tidak membuat punggung cepat panas.
Selain itu, tas ini memiliki Hydroflask Compartment yang didesain khusus untuk menyimpan botol minuman. Kompartemen minuman ini cukup pas untuk menyimpan botol minuman ukuran standar (1 - 1.5 liter).
Karena didesain untuk kegiatan outdoor, maka tas ini tidak memiliki banyak kompartemen asesoris serta kompartemen laptop di dalamnya. Keliatanny hal ini disengaja agar tas lebih ringan dan fungsinya sebagai tas outdoor lebih optimal.
Tas "merah menyala" ini adalah tas yang "gue banget" untuk kegiatan outdoor. Sangat membantu sekali untuk kegiatan outdoor yang tidak membutuhkan banyak kompartmen penyimpanan barang. Bobotnya pun tidak terlalu berat (sekitar 1.2 kg kondisi kosong) sehingga pengguna pun tidak merasa "berat" saat membawa tas yang mendukung kegiatan adventure mereka.
Subscribe to:
Posts (Atom)






